Halaman

Tampilkan postingan dengan label An-Nur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label An-Nur. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Desember 2012

REFLEKSI #1

 

"Kecintaan pada Al-Quran dan kecintaan akan alunan lagu takkan pernah menyatu dalam hati seorang hamba"| begitu singkat Ibnu Qayyim

ini benar benar refleksi

benar-benar refleksi yang menyentak seketika saat membacanya dari  status ustad Felix Siauw yang kubaca hari ini, semoga tidak sementara efeknya saat saya mengganti playlist di winamp saat ini.

Berat, tapi perlahan..tetap diusahakan

Beliau berusaha menjadi teladan bagi seorang anak,

saya?
saat ini adik-adik saya sadar atau tidak, pasti.. sedikit atau banyak..melihat, mendengar, meniru kakaknya

Bismillahirrahmanirrahim..

Selasa, 11 September 2012

MonoLog #1

 

pelaksanaan itu lahir dari penghayatan ,
penghayatan itu lahir dari pemahaman,
pemahaman itu lahir dari membaca,
membaca itu lahir dari melihat dan menyentuh,

dan hal tersebut berawal dari kesadaran
kesadaran itu berawal dari kemauan untuk mengakui sejujur-jujurnya apa yang dibenarkan dan ditolak oleh qolbu.
kamu telah tahu? maka "laksanakan" dari awal secara utuh


~ #refleksi

sKY_3

Rabu, 29 Agustus 2012

Just share #1

 

Saya sering merasa sedih untuk beberapa hal simple yang kadang menjadi besar ketika teramat saya pikirkan

Kemudian saya memilih cuek, acuh terhadap hal-hal simple yang lantas terjadi sesudahnya. Namun sayang, yang saya acuhkan ternyata seringkali  menjadi hal yang besar untuk kemudian membuat kalang kabut jalan didepan saya.

oh?
lantas harus bagaimanakah sebenarnya saya memposisikan pemikiran saya?

the sky after last moment there ~ FPYNK



sebuah sinyum tersimpul ketika tanpa sengaja sebait kalimat sampai terlintas di pemikiran saya (lagi-lagi otak saya berpikir)

”hatimu pikiranmu lakumu satukan dalam sabar dan syukur”

sabar untuk hal simple yang menjadi masalah besar
syukur untuk hal simple yang menjadi rahmat yang besar

that’s right,
sekecil apapun segala sesuatu, akan menjadi hal yang besar someday
yap
besar sebagai masalah atau rahmat?

”hatimu pikiranmu lakumu satukan dalam sabar dan syukur”

:)

NB :

فَبِأَيِّآلَاءرَبِّكُمَاتُكَذِّبَانِ

Fabiayyi aalaai rabbikumaa tukadzdzibaan ?
”Maka ni`mat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”
(QS Ar Rahman :13)

وَإِذْتَأَذَّنَرَبُّكُمْلَئِنشَكَرْتُمْلأَزِيدَنَّكُمْوَلَئِنكَفَرْتُمْإِنَّعَذَابِيلَشَدِيدٌ

"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS Ibrahim : 7)

Selamat malam
Semoga bermanfaat

Selasa, 15 November 2011

TULISkan ...=)


sebuah bentuk usaha,doa, dan kepasrahan kepadaMu...
Terima kasih untuk mengingatkan dan saling diingatkan

Minggu, 06 November 2011

denting Malam, doa di ujung menuju Adha

sedari sehabis shalat maghrib
suara takbir menggema hingga sudut-sudut sebuah kampung dimana merupakan calon tempat tinggalku yang baru..
tidak terkesan jika sekelilingku banyak warga non muslim yang menjadi tetanggaku nanti,
toleransi yang terlihat cukup menghormati

takbir masih menggema, bersahutan dari dua masjid terdekat
tapi rumah ini terasa sepi, entah karena kini hanya tinggal aku yang belum memejamkan mata
sembari berhadapan dengan layar dan menulis

sejujurnya saat ini aku sedang resah, resah yang timbul karena rasa takut akan sesuatu
sesuatu yang bahkan aku tidak nyaman untuk menceritakannya sekedar melegakan diri dari himpitan resah ini...

suara takbir sayup melemah...mungkin muadzinnya sedang beristirahat ..lelah.. dan bersiap untuk takbir yang lebih keras dipagi hari

"Bapak"...disaat seperti ini, aku rindu mengucapkan sepatah kata ini
kemudian bebas bercerita tentang apapun yang menganggu pikiran
rindu akan simpul senyumnya yang selalu menentramkan segundah apapun hari itu
rindu akan segala kekhawatirannya tentang tingkah laku fikirku
rindu akan suara takbirnya yang mengajak menyebut asmaMu Yaa Rabb

bulir -bulir air,kurasa menetes nyata di sudut mata
tapi sayup takbir terdengar semakin jauh
berganti dengan denting piano dari musik blogku yang mulai lancar mengalun

Allah..
aku rindu petunjukMu

aku telah terbiasa hanya bertakbir mengikuti suara suara takbir masjid menggema disekelilingku meski jauh, 4 tahun ini..
sebelumnya,bersamanyalah aku diajak mengenalMu
mengucap asmaMu..
bertakbir lembut di tiap malam hari rayaMu

maka aku memohon bahagiakanlah ia disana
lapangkanlah kuburnya, berilah cahaya dalam gelapnya
ampunilah segala khilaf dan terimalah segala amal baiknya Yaa Rabb

Amin

suara takbir sayup jauh terdengar dari masjid yang lebih jauh..
malam semakin larut menuju pagiMu
menuju hari dimana umat Muslim mengikhlaskan harta untuk berkurban
bermuhasabah pada suri tauladan kisah-kisah Nabi Ibrahim as

yang begitu ikhlas terhadap segala ketentuanMu Yaa Rabb

maka hamba mohon,
berilah keikhlasan dan jalan keluar terbaik
disetiap langkah kaki kami di hidup ini menujuMu Yaa Rabb
dan jagalah kami tetap dijalanMu
semoga kami termasuk hamba-hambaMu yang ikhlas dan bertaqwa, Amin

Amin Yaa Rabbal'alamin

Jumat, 03 Juni 2011

Ketika Bulan Rajab datang,,,=)

ada kalanya kita melupakan perhitungan waktu berdasarkan perputaran bulan..
padahal Islam lebih mengenal perhitungan tersebut dalam menetapkan waktu di zaman Rasulullah..
seperti layaknya menetapkan kapan itu Ramadhan tiba..

Yap..sebentar lagi Ramadhan memang akan tiba, sudah mempersiapkan dirikah kita?

Berikut cuplikan Artikel dari Ustad Abdul Hakim tentang keistimewaan bulan Rajab..

Bulan Rajab terletak antara bulan Jumadil Akhir dan bulan Sya’ban. Bulan Rajab sebagaimana bulan Muharram termasuk bulan haram. Allah Ta’ala berfirman

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (Qs. At Taubah: 36).

Ibnu Rajab mengatakan, “Allah Ta’ala menjelaskan bahwa sejak penciptaan langit dan bumi, penciptaan malam dan siang, keduanya akan berputar di orbitnya. Allah pun menciptakan matahari, bulan dan bintang lalu menjadikan matahari dan bulan berputar pada orbitnya. Dari situ muncullah cahaya matahari dan juga rembulan. Sejak itu, Allah menjadikan satu tahun menjadi dua belas bulan sesuai dengan munculnya hilal.Satu tahun dalam syariat Islam dihitung berdasarkan perpuataran dan munculnya bulan, bukan dihitung berdasarkan perputaran matahari sebagaimana yang dilakukan oleh Ahli Kitab.” (Latho-if Al Ma’arif, 202).Lalu apa saja empat bulan suci tersebut? Dari Abu Bakroh, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو
الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
“Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu  tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679).

Jadi empat bulan suci yang dimaksud adalah 
(1) Dzulqo’dah; 
(2) Dzulhijjah; 
(3) Muharram; dan 
(4) Rajab.

Di Balik Bulan HaramLalu kenapa bulan-bulan tersebut disebut bulan haram? Al Qodhi Abu Ya’la rahimahullah mengatakan, “Dinamakan bulan haram karena dua makna:
Pertama, pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian.
Kedua, pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan tersebut. Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan.” (Lihat Zaadul Maysir, tafsir surat At Taubah ayat 36).
Karena pada saat itu adalah waktu sangat baik untuk melakukan amalan ketaatan, sampai-sampai para salaf sangat suka untuk melakukan puasa pada bulan haram. Sufyan Ats Tsauri mengatakan, “Pada bulan-bulan haram, aku sangat senang berpuasa di dalamnya.” (Latho-if Al Ma’arif, 214).Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram, dianggap sebagai bulan suci, melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar, dan amalan sholeh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak.” (Latho-if Al Ma’arif, 207).
Bulan Haram Mana yang Lebih Utama?Para ulama berselisih pendapat tentang manakah di antara bulan-bulan haram tersebut yang lebih utama. Ada ulama yang mengatakan bahwa yang lebih utama adalah bulan Rajab, sebagaimana hal ini dikatakan oleh sebagian ulama Syafi’iyah. Namun An Nawawi (salah satu ulama besar Syafi’iyah) dan ulama Syafi’iyah lainnya melemahkan pendapat ini. Ada yang mengatakan bahwa yang lebih utama adalah bulan Muharram, sebagaimana hal ini dikatakan oleh Al Hasan Al Bashri dan pendapat ini dikuatkan oleh An Nawawi. Sebagian ulama yang lain mengatakan bahwa yang lebih utama adalah bulan Dzulhijjah. Ini adalah pendapat Sa’id bin Jubair dan lainnya, juga dinilai kuat oleh Ibnu Rajab dalam Latho-if Al Ma’arif (hal. 203)

Hukum yang berkaitan dengan bulan Rajab amatlah banyak, ada beberapa hukum yang sudah ada sejak masa Jahiliyah. Para ulama berselisih pendapat apakah hukum ini masih tetap berlaku ketika datang Islam atau kah tidak. Di antaranya adalah haramnya peperangan ketika bulan haram (termasuk bulan Rajab). Para ulama berselisih pendapat apakah hukum ini masih tetap diharamkan ataukah sudah dimansukh (dihapus hukumnya). Mayoritas ulama menganggap bahwa hukum tersebut sudah dihapus. Ibnu Rajab mengatakan, “Tidak diketahui dari satu orang sahabat pun bahwa mereka berhenti berperang pada bulan-bulan haram, padahal ada faktor pendorong ketika itu. Hal ini menunjukkan bahwa mereka sepakat tentang dihapusnya hukum tersebut.” (Lathoif Al Ma’arif, 210).

Begitu juga dengan menyembelih (berkurban). Di zaman Jahiliyah dahulu, orang-orang biasa melakukan penyembelihan kurban pada tanggal 10 Rajab, dan dinamakan ‘atiiroh atau Rojabiyyah (karena dilakukan pada bulan Rajab). Para ulama berselisih pendapat apakah hukum ‘atiiroh sudah dibatalkan oleh Islam ataukah tidak. Kebanyakan ulama berpendapat bahwa ‘atiiroh sudah dibatalkan hukumnya dalam Islam. Hal ini berdasarkan hadits Bukhari-Muslim, dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ فَرَعَ وَلاَ عَتِيرَةَ
“Tidak ada lagi faro’ dan ‘atiiroh.” (HR. Bukhari no. 5473 dan Muslim no. 1976). Faro’ adalah anak pertama dari unta atau kambing, lalu dipelihara dan nanti akan disembahkan untuk berhala-berhala mereka...

Mengkhususkan berpuasa di bulan-bulan selain bulan Ramadhan juga dilarang...

penjelasan selengkapnya bisa dilihat di link berikut

Semoga bermanfaat..

Kamis, 26 Mei 2011

manakala Malaikat itu menjemput..

Assalamualaykum..


hari ini tertanggal 25 Mei 2011 sebenarnya
dimalam menjelang dini hari di Kamis 26 Mei 2011..
sebuah catatan dalam beberapa halaman kertas menunggu untuk tak hanya sekedar dibaca..


yah,..sore tadi baru saja menghadiri, sebut saja "kajian bersama"..
banyak pesan yang akhir-akhir ini sejalan dengan materi yang kudapatkan,
baik langsung maupun tak langsung..tersampaikan pesan itu...


beberapa  kata yang kembali menyadarkan dari teralihkannya terhadap duniawi,,


"Mengingat Kematian"
sebuah perenungan sebelum Malaikat Izrail datang menyapa..menjemput kita kembali padaNya..







***
Sabtu (21/5/2011) dinihari,Anggota Komisi I DPR asal Fraksi PKS Yoyoh Yusroh meninggal dunia,  setelah mobil yang ditumpanginya mengalami kecelakaan di Tol Kanci, dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Jakarta. Almh. Yoyoh kembali ke Jakarta setelah menghadiri wisuda putranya di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.


Menurut kabar berita, beliau pulang untuk sekedar memberi kajian di Jakarta, Subhanallah
niat mulia yang sungguh tetap dijaga oleh beliau.


Mendengar cerita, semasa hidup beliau telah hafidz Al-Qur'an   dan  juga beliau memiliki 13 anak yang separuhnya telah hafidz Al-Quran. Beliau juga telah menghafal kurang lebih 500 hadist,Subhanallah,
Sebuah amalan yang dapat jua terlaksana ditengah kesibukan beliau sebagai ibu rumah tangga, istri, anggota DPR, ustadzah...dan peran-peran lain yang tidak dapat kita sebutkan satu persatu

***


Bagaimana dengan kita yang masih diberi nikmat hidup hingga sekarang?
Bagaimana dengan kita yang memiliki banyak waktu dibanding beliau?

Bagaimana amalan dan peran kita kini?
Contoh diatas adalah contoh yang paling dekat dengan kita,terkhusus sebagai muslimah yang berada di zaman sekarang ini
sebuah kalimat meluncur dari fikiran kita,
"apabila amalan kita saja jauh dari contoh amalan Almh. Yoyoh Yusro,bagaimana kita sanggup untuk sekedar menatap barisan cerita ttg berbagai perjuangan dan amalan para muslimah di zaman Rasulullah S.A.W?

Bagaimana sanggup ketika kita dihadapkan pada amalan wajah-wajah mulia Khadijah r.a, Aisyah r.a. Fathimah Az-Zahra,putri Rasulullah yang sangat dicintai maupun para sahabiyyah lainnya?"


tak terbersit malukah ketika kita sadar disana, dinegeri penuh kecamuk seperti Pakistan,Afganistan, para muslimah berjuang menghapal bait demi bait ayatNya, memahami setiap maknanya..menjalankan sepenuh hati dan raganya melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala laranganNya di setiap detik penuh ancaman terhadap keselamatannya..hingga menjadi para hafidzah yang mampu mencetak hafidz-hafidzah lainnya...


sungguh, aku malu kawan...sungguh malu...
bahkan ketika tiap kata ini kutulis disini..
tapi ini harus tertulis...sebagai pengingat,untukku,maupun untukmu..
siapa yang tahu waktu kita yang tersisa ini sepanjang apa..?
selama apa kita bisa menghirup nafas sebebas ini..?


dan se"bermanfaat" apa hidup ini nanti?


sudahkah cukup bekal kita sampai detik ini...?
sudah siapkah manakala Malaikat itu menjemput



أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ
“Di mana saja kalian berada, kematian pasti akan mendapati kalian, walaupun kalian berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (An-Nisa`: 78)





Mengingat kematian bukanlah sebuah kengerian semata...
melainkah sebuah jalan agar kita bisa mengerem segala tindak tanduk kita..
menjaga setiap perbuatan kita
mengingatkan kita untuk kembali berfikir jernih ketika banyak permasalahan menerpa..
Mengingatkan kembali padaNya
Zat pemilik nyawa..



Wahai pemilik nyawaku,,
Ingatkanlah hamba selalu...

Kematian itu begitu dekat hingga tak pernah disangka kapan malaikatMu menjemput,,


أَكْثِرُوْا ذِكْرَ هَاذمِ اللَّذَّاتِ
 "Perbanyaklah mengingat penghancur kenikmatan (maut)" (HR: At-Tirmidzi no. 2307, An-Nasa`i no. 1824, Ibnu Majah no. 4258., hasan menurutnya)



Semoga bermanfaat, Mari memperbaiki diri sembari selalu mengingat, tiada keabadian selainNya




Sumber :
Sebuah Renungan Mengingat Kematian
Mengingat Mati akan Melembutkan Hati
Mengingat Kematian
Bila Selalu Mengingat mati
Mengingat Mati
Cara Menyuburkan Dzikrul Maut

Minggu, 07 November 2010

Tholama Asyku...

Tholama asyku ghoromi yaa nurol wujud
wa unadi ya tihaami yaa ma’dinal juud
For so long I have complained of my loneliness
Oh light of existence, light of Allah…
I mention, I call you, oh, Noble Mecca,
Source of excellence and sublimity…
Mun-yati aqshol maromi ahzho bissyuhud
wa aro baabas salami yaa azkal judud
My ultimate expectation and goal is the meeting with you,
It is the crown of my success…
I have seen the Port of Safety,
Oh, he whose essence is purity….
Ya sirajal kauni inni aashiq muntaham
Mughramun wal Madhu fannii Ya Badrat Tamaam
Oh, Light of creations…
verily my longing for you has mountained…
My longing and poem becomes my art
Oh, Perfect Full Moon…
Ishrifil’aroodho’ anni adhnaanis saqom
fiika qod ahsantu zhonni yaa saamil’uhud
Remove the bothersome veil so that I may see you,
I have a strong expectation of your promise of safety
Oh, one who is firm in his promises,…
Yaa sirojal anbiyaa-i yaa’alil janaab.
yaa imaamal atqiyaa-i inna qolbi dzaab
Oh, light of the prophets, Oh, summit of purity,
Leader of the people of Taqwa, My heart is one with you…
Wa’alaikallahu sholla rabbi dzuljalal….
Yakfi yaa nurol ahillah inna hajri thool…
For you may there be the salutations of Allah,…
My Lord is indeed the Master of Every Perfection…
It’s enough for me, Oh, light of Allah,
To journey towards you, surely the separation is long…
Sayyidi wal’umru walla jud bil washli jud
My master, all my life you are my beloved,
Hasten my meeting with you…

Sejak lama aku adukan kerinduanku
Wahai nurul wujud, cahaya Illahi.
Aku memanggilmu, ya tihami, wahai Makkah Almukarromah,
Sumber keutamaan dan kemulyaan.
Harapan dan tujuan akhirku ya Rasulallah , adalah perjumpaan denganmu,
Itulah puncak keberuntunganku.
Aku telah saksikan pintu keselamatan,
Wahai yang senantiasa dalam kesucian.
Wahai cahaya para nabi,
Wahai puncak keindahan.
Wahai penghulu orang orang yang taqwa,
Hatiku larut bersamamu.
Singkirkanlah hijab yang menyiksaku untuk memandangmu,
Telah kukuh sangkaku pada mu janji keselamatan
Wahai yang maha menepati janji.
Bagimu Sholawatullah,
Dari Tuhanku pemilik semua kesempurnaan.
Cukup bagiku,
wahai cahaya Illahi,
Perjalananku, sungguh terasa panjang.
Tuanku, selama hidupku engkau adalah kekasihku,
Cepatkanlah perjumpaan denganmu itu..
 aku jatuh cinta dengan lirik ini,,,=)