Halaman

Senin, 11 April 2011

Gonna Love TODAY with u'R Flava...

dan kupilih senyum setiap harinya,
smiling face and smiling heart especially....=)

as usuaL..

fajar masih belum menyingsing saat kubuka mata pagi ini..
dan mulailah, 
rasa keinginan bermain kata kembali mendorongku membuka siXioo (nama lepiku yang tersayang)


.. 
well, ini hari Senin,11 April 2011
mungkin tanggalnya akan berbeda dengan yang tercantum dalam blog ini
(hffh,entah..aku ingin menyettingnya tapi ga paham gimana caranya)
ini berarti, sudah memasuki minggu kedua April..
(dan kemudian berlintasan deadline-deadline ku yang belum selesai,huhuu..T___T..1 bulan 2 minggu lagi menuju studio,,dan tinggal 2 minggu untuk menyelesaikan konsep sesuai target..Amin)
..


hoho...apapun itu harus semangat...
*terinspirasi dari iklan sebuah produk minuman, kuakui iklannya bagus-bagus..
karena tiap kali lihat itu iklan..entah kenapa bis itu jadi semakin bisa senyum...
(mungkin karena model iklannya punya wajah senyum yang "keliatan" tulus kali ya..haha)


"terinspirasi.."
sebuah kata yang mulai sering mendegupkan semangat baru dihatiku,,

hoho...dan tulisan inipun sebenarnya juga berawal dari kata "terinspirasi.."


Gonna Love TODAY with uR flava...
Cintailah hari ini dengan rasa yang kaupilih....
seperti merahnya strawberry segar yang kemudian diblender dan siap menyegarkan hari...hohohohoho
(ngidam jus strawberry)
atau seperti buah tomat yang ranumnya membuat mata yang memandang rona warnanya pun jatuh hati sebelum mengolahnya...
apapun warna dan rasa yang terasa hari ini..sebenarnya tergantung kita mau merasakan seperti apa...
mau pahit,manis,asam,asin,atau nano-nano sekalipun
itu tergantung dari keinginan dan kemauan hati kita merasakan rasa warna hari ini seperti apa...
apalagi terkait menghadapi tantangan-tantangan setiap hari yang bermacam-macam
teringat sebuah notes FB dari seorang kawan


(bisa dibaca kalo mau, notes'nya Segenggam garam dan telaga )


inti dari notes tersebut adalah kelapangan hati..
dan ini rasa yang kupilih untuk mengawali setiap harinya (..Amiin)


segala hal yang kita rasakan tergantung dari kelapangan hati merasakannya
permasalahan dan segala tantangan hidup yang diibaratkan dengan segenggam garam
akan terasa berbeda dalam wadah yang berbeda..
jikalau segenggam garam itu kita rasakan dalam sebuah gelas..tentunya air yang terasa akan asiiiiiiiin sekali
ndak enak lah pokoknya..
yang mulanya mau menghilangkan haus malah semakin menjadi hausnya
ibarat kata..menjadi tak bersyukur,,,,


berbeda pabila segenggam garam itu dirasakan setelah ditabur dalam telaga yang luas dan jernih,,,
air yang kita rasakan tetaplah terasa segar...
menyejukkan dahaga yang menahan rasa syukur kita...
jadikanlah hati kita seperti telaga yang luas dan jernih itu..*seluas samudera kalau bisa..wohohohooo...


well,haha.. berhubung adzan subuh sudah lama terdengar..


intinya Gonna Love today with u'R flava..
tak akan kupaksa kau memilih rasa lapang untuk hari ini,dan hari -hari selanjutnya..
kelapangan hati,,,smilling face and smilling heart especially...adalah pilihan rasaku,,,
bagaimana denganmu?

Sabtu, 12 Maret 2011

Cha ro Ah!

Cha ro Ah!..chacha lachacha
muncul saja kata-kata aneh dalam benakku
mendengarkan segumpalan asap melewati telinga
bisikan-bisikan yang meluapkan warna merah memenuhi degup nafas
memanaskan ruang yang baru saja dingin
oh..oh,,begitu cepatnya berganti..

Cha ro Ah!..chacha lachacha
bisa dibilang ini lebih cepat daripada putaran gumpalan hitam langit yang menjelma mega..
seketika dan membuyarkan asa..
tapi sudahlah ...Cha ro Ah!

Stop dan hentikan selisir bening itu,
mudah sekali engkau mengalir melewati bendungan yang terbendung,kawan
aku berbicara padamu..untuk kesekian kali
karena terlalu lelah untukku menyembunyikanmu
selalu saja..
diam-diam engkau keluar disaat sekejap aku menikmati indahnya ketiadaanmu
Cha ro Ah!
akan kucoba tak peduli 
akan kucoba tak kuhiraui
karena percuma
nada-nada selisir bening sepertimu justru yang akan berpaut menyelami
Cha ro Ah!
aku tak kuasa,dan tak mungkin kuhindari setiap perubahan..
hanya sebisa mungkin
kubiarkan sanubari menyelami kebaikan dibaliknya
Cha ro Ah!
sebait doa untukmu agar lebih barokah disetiap tetesnya

cha..cha..cha 
good bye to you,, kejauhan yang tak terbalas tak merasa..
dan tak ingin dikenang..
Cha ro Ah!

*dedicated for u,brother..if u still consider me as your sister

Kamis, 10 Maret 2011

Donat itu bundar dan berlubang_Donat persahabatan

Assalamualaykum wr.wb..

haus aku akan nasehatmu..kawan
izinkanlah sejenak meluapkan kecamuk diri
akan suara-suara sekitar
akan  harap dan curahan hati bisik terdengar
maka sejenak istirahatkan mata hatimu untuk lebih sejuk menyelami segala luapan ini dengan suasana hati yang nyaman

sejenak waktu akan berkata 
bahwa dia sedang berjalan,tak bisa tidak untuk tetap berjalan disetiap per detiknya
lantas suatu ketika dia akan terasa cepat berlalu, saat kita menoleh sebentar
hanya sebentar..
dan kadang justru terasa begitu lamban berjalan ketika tak henti2nya mata ini mengarah pada detik jarum yang melingkar mengarah jauh ke sana,ke waktu yang kita ingin tuju..
pada Donat yang sedang menunggu matang untuk dinikmati

maaf jikalau susah dimengerti..^^

tapi kukatakan Donat itu bundar kawan,
dia dilubangi tengahnya untuk menunjukkan sebuah tranparansi,refleksi.. cermin diri
tak hanya sekedar pengurangan kenikmatan,pembatas sebuah keserakahan
penyederhana komplekstisitas kekayaan rasa yang mungkin bisa tercipta
zuhud dalam kemanisan yang dapat saja dioles dengan berbagai topping sebagai pemanis
sebuah bentuk simpel dalam estetika makanan
tapi juga berarti penarik gejolak perut melalui mata
hingga akhirnya kita berkata..
Donat itu terlihat nikmat =)

dia berusaha menunjukkan segala kemungkinan yang akan terjadi pada lingkaran hidup yang dijalani
termasuk pada lingkaran persahabatan

ada kala ketika kita menganggap segala yang telah lalu adalah masa lalu,dan sadar untuk terlupa,bahkan sengaja melupakan..ingin melupakan serta sia-sia semua memori lalu
ada kala saat kenangan-kenangan itu begitu berharga,membuat kita ingin kembali ke masa itu..
hingga logika berkata sesal terasa
atas segala laku,lisan, hingga prasangka

memoriku tentang ini...Sahabat,
engkau...harta berharga yang begitu berharga..
ada hal-hal berarti yang selalu dilalui bersamamu kawan...
suka,duka,benci,cemburu, senang,sedih,tawa, tangis...mengadu pada peraduan yang sama..
sebuah penerimaan...

segala hal luruh,saat konflik yang tercipta memporakporandakan hubungan dalam sekejap
Donat itu bundar dan dia berlubang,jadi pantaslah kadang kau kecewa  jika mendapati bundar yang berlubang itu
tak sepenuhnya sempurna..
tak senikmat yang engkau ingin cicipi...
tentu saja kau mungkin akan berpikir "Bundar aja ga sempurna,udah bolong gedhe begini,,,masi aja sisi ini kerasa pahit,terlalu keras,dan lain-lain..mana kenyang??"

tapi lupakah bagaimana engkau denganku membuat donat itu bersama
segala rasa bercampur...
segala penerimaan hingga kini masih bertahan
hingga kau pun berjanji..apapun yang terjadi donat ini pasti kita makan?

pun dengan hubunganku denganmu sahabat,hubunganmu dengan ikatan persahabatan yang lain
bisa saja nikmat ketika kugigit disatu sisi,,,lembut dan menyenangkan hati
tapi saat sisi itu berganti ke sisi yang mungkin saja hangus karena terlalu matang
keras..pahit ..bahkan membuatmu tersedak...
kau kecewa,karena ternyata kesederhanaan yang kau harap sempurna masih saja tak sempurna..
hey!
apa sih dunia ini yang menawarkan kesempurnaan?selain Nya??

kukutip dari sebuah pesan pendek yang pernah kuterima..

"..Baca & mengerti saja..
Mereka menyayangimu, tapi bukan kekasihmu
Mereka perhatian kepadamu, tapi bukan dari keluargamu
Mereka siap berbagi sakit, tapi mereka tidak berhubungan darah denganmu
Mereka adalah TEMAN
teman sejati
marah seperti Ayah
Peduli seperti Ibu
Mengganggu seperi kakak
Mengesalkan seperti adik
dan terakhir
menyayangimu lebih dari seorang kekasih..."*

itulah..aku bingung mengungkapkan,aku ini kenapa
tapi donat itu akan terasa lebih nikmat saat kita nikmati bersama kawan..
bukan sendiri-sendiri dalam kesunyian..=)
dalam persahabatan
komunikasikanlah segalanya dengan kelapangan sebuah penerimaan
penuh penerimaan akan segala perbedaan dan kekayaan pribadi masing-masing
apapun hal itu..

haha..entah sejak kapan donat-donat ini menggelinding memenuhi kepalaku
" kata adalah sepotong hati..pun donat,,,adalah sepotong roti ..lhoh??"
hihi..lapaaaaaaaaaaaaar....**

Wa'alaykumsalam wr.wb
=)

*yang ngirim,terimakasih
** maaf saya ngeHang..=P
dan terimakasih yang mau baca sekelumit kekambuhan saya bermain kata..=P

Minggu, 09 Januari 2011

Maliq n D'Essentials - Coba Katakan

timbul tenggelam dibalik layar-layar bening tak terlihat..
membenam sejenak untuk sejawat..

dan kau hanya melihat...

rangkaiannya terasa menghabis dipeluh tak terjawab
dan antaranya,,,
selisir bening dekap menghimpit
hingga sesak tak beralir...

dan kau hanya mengalir..

sampai waktu yang sejalan
keluh ku hempas di pelupuk mata..
terpejam dan berharap rautan-rautan warna telah terbentang
ketika semua terbuka..

dan kau..?

Kamis, 06 Januari 2011

kicauan pagi hari (nuansa sebal),prolog

malam 5 januari 2011
romansa debat yang tak terselesaikan
pada akhirnya..
**
engkau bilang..
aku yang meninggalkanmu
aku yang membingungkanmu
hingga titik-titik tanya masih saja tak terjawab olehmu...

dan aku bilang..
kau yang meninggalkanku
mengacuhkan
hingga akhirnya kudiamkan saja kau berbicara pada layar hampa..

duuh

lantas truk didepan rumah,ikut-ikutan mengobrol
berdiskusi ...namun hanya telingaku yang mendengarnya..
menderu menambah didih isi hati,,,

kusiram air mengguyur kepala
mendinginkan..
tapi tetap saja kau bilang..
aku meninggalkanmu..


bingung kujawab..kupilih diam...
tetap saja  kau memaksaku berbicara..

lantas selisir bening mengalir...
bercampur tawa yg sebenarnya terselip menggelitik

entah sudah berapa kali kita demikian..
kau tetap saja tak mengerti..
atau aku yang harus benar-benar
menjelaskan satu persatu??

sekarang??
ohh,tidak...
sabarlah menanti..
sesabar aku yang kau bilang tak punya waktu untukmu..
hiks..
miris....

hah,benar-benar romansa debat yang aneh...
andai kau tahu..
seorang sahabatku berkata...
akan menjewer kedua telinga kita..
sama-sama keras kepala ia bilang...
hihi...
yaah
baiklah..
kali ini saya mengalah lagi..

daripada romansa berubah jadi ramai-ramai berkepanjangan....

**

wahai pagi yang menyapaku ..
tetaplah tersenyum
biarpun aku membalasnya dengan senyum yang miris..
haha..
mungkin satu cup es krim akan melumerkan romansa ini....
**
ku bilang mungkin..
**
pagi 6 januari 2011

Jumat, 31 Desember 2010

last part time of my KKL on Purwokerto,,,

2~ (DUA RASA,DUA WARNA, DUA NUANSA)

Purwokerto,

Sebuah ibukota kabupaten Banyumas Jawa Tengah,dikenal dengan objek wisatanya yaitu Baturraden. Sekilas hanya merupakan kota kecil yang bahkan tidak seluas kota Solo. Tapi memiliki nuansa khusus yang hanya didapatkan disini. Hawa sejuk yang menyergap  setiap saat, tak sedingin Bandung tapi juga sepanas Solo, hanya sejuk terasa.

            Malam, saat hilir mudik para calon maupun penumpang kereta masih terbaca oleh mata yang menyapu sekeliling stasiun Purwokerto. Aura basah air hujan sehabis turun, mendinginkan hiruk pikuknya.  Jalanan sudah mulai lengang ketika jam menunjuk pukul 9 malam berikut distro-distro di sepanjang jalannya, mulai menutup satu persatu. Menghentikan nafas kehidupannya untuk beristirahat sejenak menanti pagi esok. Sekilas hanya memang, tapi terasa berbeda antara satu sisi yang terasa sunyi dan lepas dari segala kegiatannya dengan hiruk pikuk stasiun yang masih saja mengantar kereta-kereta itu berlari mengejar hari.
            Malam, masih menyapa dibalik jendela mobil, beberapa menit setelah menjejakkan kaki dikota ini,PURWOKERTO. Jalanan disekitar kampus UNSOED juga mulai hening. Entah karena hujan habis turun atau memang begini setiap malamnya, hanya terlihat beberapa tempat fotokopi serta warung pinggir jalan yang masih berdenyut di jarum jam yang menunjuk angka 10. Dan semakin hening, saat roda mobil mengalun di sela gang jalan kampung itu, tanpa penerangan, gelap dan hanya terbaca melalui sorot nyala mobil yang akhirnya berhenti di sebuah rumah.
            Rumah itu tak begitu tampak fasadnya, tapi memang terasa damai. Kehangatan menyeruak melalui senyum wajah-wajah penghuni didalamnya, memberi salam menyambut. Sedikit permainan split level untuk memasuki area keluarga dibalik teras rumah yang siap menyambut dengan segala keasliannya. Warna merah,coklat dan hijau mendominasi setiap sudutnya, hangat . Terus terasa hangat hingga pagi pertama kunjungan menjelang di kota ini, pagi berikutnya dan selalu hangat  mengiringi hari-hari disini.
            Inilah Dua rasa,Dua warna, Dua Nuansa…Purwokerto
***

            Secercah cahaya menelisik dibalik tirai jendela kamar. Subuh sudah berlalu,berganti dengan mentari yang semakin meninggi . Maka tak ingin melewatkan kesempatan ini untuk sekedar berkeliling menikmati jalanan pagi Purwokerto, sekitar kampus UNSOED. Ada hal yang cukup menarik disini, di hari kerja pukul setengah 7 pagi telah lewat namun jalanan masih terasa seperti milik sendiri. Sudut-sudutnya masih berkabut,menjadi background bagi Gunung Slamet yang berdiri kokoh didekatnya.


            Menyisiri jalan sembari mencari cemilan pagi, hingga akhirnya menemukan penjual surabi di depan area Rektorat Kampus UNSOED. Seorang ibu dengan 4 anglo kecil berjejer didekatnya.

            Tangannya lincah membolak-balik setiap surabi yang hampir matang lantas memindahkannya ke tampah disisi lainnya. Dan hanya dengan Rp 5000,00, lima surabi nikmat khas Purwokerto dengan gula jawa diatasnya sudah bisa dinikmati. Dua rasa yang berbeda antara hangatnya surabi dan dinginnya pagi, nikmat.       
            Lepas dari rasa legit makanan yang menambah manis pagi, serta hawa dingin yang melingkupi. Area Rektorat UNSOED, didalamnya terdapat banyak pengalaman ruang terasa.Salah satunya adalah taman dengan lansekap buatan yang cukup indah dan menarik untuk diceritakan.

            Gedung rektorat ini tidak seperti gedung rektorat UNS yang langsung dapat dilihat setelah melewati boulevard, bahkan tidak terdapat boulevard untuk kampus UNSOED. Gedung yang menjadi point of interest justru bangunan gedung tua yang merupakan gedung kemahasiswaan. Suasana  yang masih cukup lengang membebaskan untuk menikmati warna pagi di area kampus  ini.
            Taman itu dapat dicapai setelah melewati area depan rektorat UNSOED. Hamparan hijau rumput dan pantulan air kolam langsung memberi warna yang jauh lebih menyegarkan pagi itu. Suara gemericik air terjun buatan di sisi timur memberi nuansa ketenangan apabila hiruk pikuk kampus mulai menyapa. Bangku-bangku taman yang teduh oleh pepohonan yang menjulang mengatapi. Hingga terkadang ada bebek-bebek yang bermain di taman ini, memberi warna alami di lansekap taman yang sejatinya buatan ini.


            Disampingnya terdapat gedung dengan warna minimalis dan bentuk yang cukup atraktif di fasadnya. Kontras dengan gedung-gedung lain disekitarnya yang lebih banyak mengadopsi bentuk dan warna sederhana dengan atap Joglo, layaknya bangunan gedung perkuliahan di UNS.

            Ada pula salah satu bangunan yang masih menggunakan gaya Jengki didalam kompleks rektorat UNSOED.
            Selesai mengitari area kompleks Rektorat UNSOED, jalanan sudah mulai agak ramai dengan lalu lalang kendaraan yang melintas. Motor dan mobil bergantian susul menyusul Pandangan mata tak jauh tertuju membaca sebuah tulisan besar “ City Walk” tepat didepan area kampus. Sekilas terlihat, proyek tersebut sudah jadi pembangunannya,membuat penasaran mata memandang.

            Namun, ada nuansa  berbeda ketika memasuki gerbang city walk yang ternyata pembangunannya terhenti . Seperti memasuki gerbang dunia lain yang 180˚ berbeda dari nuansa dunia sebelumnya yang terasa ramah di pagi hari. Memasuki  gerbang ini, seakan memindah dimensi waktu dari kehidupan yang ramai dengan kesibukannya menjadi sunyi senyap, kosong, dan tak berpenghuni. Apabila menunjuk sebuah nuansa untuk menggambarkan adalah bagai memasuki portal dua dunia. Begitulah sensasi yang terasa masuk dan meninggalkan area di dalam gerbang calon citywalk Purwokerto.

Semburat matahari juga tiba-tiba diwaktu itu kembali tertutup mega. Menyisakan nuansa dramatis pada sudut-sudut proyek yang sangat terlihat jelas belum rampung itu.  Pohon-pohon dan semak belukar masih menutupi sebagian besar area proyek. Hingga menjalar melingkupi sudut-sudut bangunan. Jalanan proyek sebagian besar telah rusak hingga genangan air dimana-mana menyisakan tanah yang becek dan susah untuk dilalui. Tidak ada alat berat, tidak ada kendaraan, tidak ada penghuni disana. Beberapa toko yang mengisi ruko depan di dekat gerbang pun terlihat sepi pengunjung. Pengaruh karena masih terlalu pagi maupun tidak , pembangunan  gerbang city walk ini terasa cukup ganjil disini. Baik dari sudut bentuk bangunan yang kontras dengan sekeliling maupun dari nuansa yang nantinya akan tercipta.

            Dibangun didepan sebuah kampus yang notabene memiliki kehidupan akademik, kontras dengan citywalk yang direncanakan juga sebagai area mall dan tempat belanja. Membuat miris membayangkan yang akan terjadi apabila proyek ini benar-benar jadi serta selesai diwujudkan. Para mahasiswa itu akan lebih suka berjalan dan menikmati suasana di area citywalk ketimbang duduk di kampus menanti kuliah atau sekedar bersantai di taman-taman kampus yang ada.
            Tetapi kini,yang tersisa dari wacana keberlanjutan proyek itu hanyalah dua nuansa. Nuansa antara gerbang yang menghubungkan dua dunia yang berbeda. Dunia yang terus berlanjut dengan segala aktivitas kesibukannya  dan dunia yang hanya duduk diam menanti kehidupannya yang kosong tak berlanjut. Tidak ada keresahan meninggalkan area kosong itu, hanya kelegaan yang terpancar ketika kembali melewati dan berada di dunia  nyata yang sesungguhnya dibalik gerbang citywalk Purwokerto.
***

Dan inilah selintas Purwokerto,
Dua rasa untuk hangat  dan hawa dinginnya yang bersamaan..
Dua warna untuk keaslian dan sekedar laju modernnya..
Dua nuansa untuk kenyataan dan imajinasinya…
***